| Dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila Pemerintah Kota Blitar menggelar beberapa rangkaian kegiatan untuk menghormati dan mengenang para pahlawan yang telah memerdekakan bangsa ini. Berawal dari diadakannya seminar budaya dengan tema "implementasi nilai-nilai Pancasila dalam hamemayu ketimpangan ekosistem sosial seni budaya dalam prespektif berbangsa dan bernegara", pada kegiatan grebeg Pancasila di gedung Koesumo Wicitro Minggu (31/5).
Pada kegiatan seminar budaya tersebut dihadiri oleh narasumber D. Zawawi Imron seorang sejarahwan, dalam kegiatan tersebut Drs. Djarot saiful hidayat MS Walikota Blitar dalam kesempatan sambutannya mengatakan, bahwa dengan adanya idieologi Pancasila sebagai ideology bangsa dan Negara ini merupakan suatu perjuangan yang kersa oleh para pendiri bangsa ini. Pancasila merupakan jati diri peradaban bangsa Indonesia sejak 2000 tahun yang lalu sebelum negeri ini merdeka, oleh karena itu Kota Blitar selalu dan selalu memperingati hari lahirnya demi mewujudkan dan mengimplementasikan butir-butir yang tercantum dalam Pancasila itu. Lebih lanjut Walikota Blitar meambahkan, dengan adanya peringatan grebeg Pancasila di Kota Blitar ini, diharapkan kota-kota lain bahkan seluruh penjuru Indonesia dapat memeperingatinya. Sekalai lagi kita dan bangsa ini tidak akan dapat melepaskan Pancasila sebagai dasar Negara ini, karena dengan adanya Pancasila NKRI akan terus selalu utuh.
Dalam kesempatan yang sama D. Zawawi Imron ketikan ditemui seusai kegiatan seminar itu menuturkan, bahwa benar Kota Blitar adalah Kota yang sangat lain dari kota-kota lainnya, di sini selain ada ikon makam Bung Karno yang selalu membakar semangat masyarakat Kota Blitar ditiap harinya, dan ada juga Supriyadi sebagai pahlawan PETA, ditambah lagi di kota ini akan diletakkan Gong Perdamaian dunia. Selain itu saya berharap dalam kegiatan rutinitas pemerintah dan masyarakat Kota Blitar dalam memperingati kelahiran Pancasila yang selalu di peringati pada tanggal 1 Juni janganlah hanya sebagai rutinitas belaka, namun untuk meimplementansikan langsung kesubtansinya. Tutur D. Zawawi yang juga piawai membawakai puisi.
Dalam sore harinya di hari yang sama juga diadakan kegiatan Lomba Lentera yang diikuti perwaikal dari 21 keurahan yang ada di Kota Blitar. Dalam kegiatan Lomba lentera dan Bedhol Pusaka yang berawal dari Istana/Ndalaem Gebang di Jalan sultan agung menuju kantor Walikota. Dalam iring-iringan Lentera yang beraneka ragam warna dan bentuk, adanya yang berbentuk keris,Burung garuda, Bintang dang masih banyak lainnya sempat membuat kemacetan di jalan-jalan prokol di Kota Blitar. Dalam kegiatan lomba lentera tersebut sebagai salah satu perwakilan dari keluarah yang ada di Kota Blitar. Kelurahan Karangsari mendapatkan suatu penghargaan dalam lomba tersebut.
Di hari puncaknya pada Senin 1 Juni pukul 07.00 WIb seluruh pegawai pemerintah Kota Blitar bersama masyarakat mengadakan upacara grebeg Pancasila di Aloon-aloon Kota Blitar, setelah prosesi upacara dilanjutkan langsung dengan iring-iringan tumpeng gunung limo dari Aloon-aloong menuju ke makam Proklamator Bung Karno.
Masyarakat tumpah ruah dipinggir-pinggir jalan yang akan dilalui barisan pasukkan yang berseragamkan adat jawa, selain itu barisan paling depan di komandani oleh Wakil Gubernur Jawa Timur yang pada Dhasa warsa peringatan grebeg Pancasila di Kota Blitar baru pertama kalinya beliau hadiri, turut pula Walikota beserta Wakil Walikota dan tak lupa Bupati Blitar ikut serta dalam kreta kencana menghiasi iring-iringan tersebut.
Setelah sesampainya di Makam Bung Karno Gubernur dan Walikota beserta lainnya langsung berjiarah di makam President pertama negeri ini, seusai ziarah dan upacara di halaman makam Bung Karno gunungan limo yang terbuat dari rempah-rempah dan palawija itu langsung diserbut dan direbutkan oleh masyarakat yang berkumpul menunggu acara puncak grebeg Pancasila tersebut.
Seusai rangkaian acara grebeg Pancasila itu dilaksanakan pada tanggal 1 Juni Kota Blitar mendapat suatu penghargaan dari organisasi perdamaian dunia berupa Gong Perdamaian Dunia yang ke Delapan (8), dengan adanya Gong itu serasa kota ini lebih lengkap, dengan adanya prosesi dan peletakkan Gong Perdamaian dunia yang diletakkan disebelah barat gedung Perpustakaan Bung Karno.
Dalam kesempatan peletakkan Gong tersebut Prof. Dr. AS Delon pengamat perdamaian nusantara saat ditemui mengatakan, bahwa Kota Blitar merupakan dimana sang Porklamator Bung Karno disemayamkan. Namun yang lebih penting lagi bahwa masyarakat Kota Blitar ternyata sangat berkobar jiwanya dalam mengenang dan melestarikan ajaran-ajarannya. Soekarno adalah seorang penggali Pancasila dan juga sebagai tokoh dunia yang disegani, karena beliau juga menginginkan suatu perdamaian di seluruh dunia ini. Oleh karena itu sangatlah cocok Gong Perdamaian dunia itu diletakkan di Kota Bung Karno, semoga dengan apa yang ada ini akan terwujud suatu perdamaian yang abadi. (san/nw)
|
0 komentar:
Posting Komentar