Pancasila

Senin, 01 Juni 2009 13:31

Seperti yang telah kita ketahui bahwa di Indonesia terdapat berbagai macam suku bangsa, adat istiadat hingga berbagai macam agama dan aliran kepercayaan. Dengan kondisi sosiokultur yang begitu heterogen dibutuhkan sebuah ideologi yang netral namun dapat mengayomi berbagai keragaman yang ada di Indonesia.

Karena itu dipilihlah Pancasila sebagai dasar negara. Namun saat ini yang menjadi permasalahan adalah bunyi dan butir pada sila pertama. Sedangkan sejauh ini tidak ada pihak manapun yang secara terang terangan menentang bunyi dan butir pada sila kedua hingga ke lima.

Sila pertama yang berbunyi "ketuhanan Yang Maha Esa" pada saat perumusan pernah diusulkan oleh PDU PPP dan FDU (kini PKS) ditambah dengan kata kata "… dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya" sejak saat itu dikenal sebagai Piagam Jakarta. Namun dua ormas Islam terbesar saat itu - hingga kini yaitu Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah menentang penerapan Piagam Jakarta tersebut, karena dua ormas Islam tersebut menyadari bahwa jika penerapan syariat Islam diterapkan secara tidak langsung namun pasti akan menjadikan indonesia sebagai negara Islam dan secara "fair" hal tersebut dapat memojokan umat beragama lain.

Yang lebih buruk lagi adalah dapat memicu disintegrasi bangsa terutama bagi profinsi yang mayoritas beragama non Islam. Karena itulah sampai detik ini bunyi sila pertama adalah "ketuhanan yang maha esa" yang berarti bahwa Pancasila mengakui dan menyakralkan keberadaan Agama, tidak hanya Islam namun termasuk juga Kristen, Katholic, Budha dan Hindu sebagai agama resmi negara.

Akibat maraknya parpol dan ormas Islam yang tidak mengakui keberadaan Pancasila dengan menjual nama Syariat islam dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa. Bagi kebanyakan masyarakat indonesia yang cinta atas keutuhan NKRI maka banyak dari mereka yang mengatasnamakan diri mereka Islam Pancasilais, atau Islam Nasionalis.
PANCASILA
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
DALAM BAHASA INGRIS
1. Belief in the one and only God
2. Just and civilized humanity
3. The unity of Indonesia
4. Democracy guided by the inner wisdom in the unanimity arising out of deliberations amongst representatives
5. Social justice for the whole of the people of Indonesia

Itu yang selalu di dengungkan dan diucapkan dengan bersama-sama pada saat jenjang duduk di kursi tingkat Sekolah Dasar (SD) hampir setiap hari dibacakan butir-butir dari ke-5 sila itu sebelum mata pelajaran pagi dimulai, walaupun mungkin hampir kesemua murid tidak mengerti dan paham akan makna serta arti sesungguhnya. Itu sebuah awal pendidikan yang akan mengingatkan untuk suatu harapan kedepannya bagi mereka, agar memahami dan mengerti atas makna sesungguhnya PANCASILA itu. Apakah saat ini masihkah PANCASILA dikumandangkan setiap pagi ………! Oleh para generasi bangsa ini yang kelak akan menjadi tulang punggung Negara Kesatua Republik Indonesia.

1 komentar:

opick blog mengatakan...

apik puolll

tapi boong!!!!!

Posting Komentar